Malamnya aku tidak bisa tidur, terus bergerak-gerak seperti cacing kepanasan. Terkadang aku berjalan mengelili kamar, membangunkan Asyira untuk sekedar bicara tapi dia menolak. Ginny sampai melemparku dengan sisir kayunya karena aku mulai tertawa sendiri. Aku bisa benar-benar gila kalau seperti ini terus. Apakah ini wajar? Aku tidak pernah seperti ini sebelumnya. Perutku rasanya gatal, seperti ada sesuatu yang bergerak di dalamnya. Aku menjerit tertahan -takut membangunkan sahabat-sahabat yang sudah tidur, dan takut di timpuk lagi oleh Ginny-, mengigit bibir bawahku. Hanya sekali ciuman dari Aldo sanggup membuatku gila. Tapi tunggu dulu, Noah juga menciumku lebih dulu. Satu fakta lagi yang membuat ini semakin terdengar gila, dua cowok keren dan tampan menciumku dalam kurun waktu kurang d

