Epilog

2337 Kata

Mataku terasa lengket dan sangat sulit untuk membuka kelopak mataku. Ketika aku bisa membukanya, cahaya sinar lampu yang menyilaukan adalah hal pertama yang menyambut kesadaranku. Suara tetesan air yang berdurasi cukup lama adalah salah satu suara yang kudengar saat ini. Suara lainnya adalah suara besi yang bergesekan dengan lantai marmer, juga suara berdengung yang entah datangnya dari mana. Kini mataku sudah terbuka dengan penuh, dan betapa bahagianya aku saat aku melihat wajah keempat sahabat-sahabat terbaikku sedang mengililingiku. Aku meluaskan lagi pandanganku dan setelah tiga detik mencernanya, aku sadar aku sedang berada diruang perawatan. Suara tetesan air yang kudengar adalah suara dari cairan infusku, suara gesekan besi dengan lantai marmer berasal dari kursi yang sedang didudu

Cerita bagus bermula dari sini

Unduh dengan memindai kode QR untuk membaca banyak cerita gratis dan buku yang diperbarui setiap hari

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN