Amel dan Hansel menatap pada butik yang ada di depan mereka. “Mas kok kelihatannya sepi ya?” tanya Amel, pada suaminya yang berdiri di sampingnya yang mendorong stroller si kembar yang di dalamnya sedang tertidur. Hansel mengangguk. “Iya, sepi. Kemana Hana?” tanya Hansel, lalu mencoba untuk membuka pintu butik. Bisa. Hansel masuk ke dalam bersama dengan Amel dan stroller si kembar yang didorong oleh dirinya. “HANA! HANA! HANA!” teriak Hansel memanggil Hana. Hana yang bersama dengan Marko di dalam ruangannya, kedua orang itu yang saling melumat satu sama lain. Bahkan Hana baru saja menelan cairan Marko. Terkejut mendengar teriakan kakaknya. Ini jam istirahat siang. Sialan. “Marko! Ada Kak Hansel. Cepat rapikan penampilanmu!” ucap Hana, dengan segera mencoba merapikan pakaiannya lalu

