Hansel masuk ke dalam rumah matanya menatap pada ayahnya yang duduk dengan satu gelas kopi yang ada di depannya. Sepertinya gelas itu sudah kosong. Hansel berjalan mendekati ayahnya dan duduk di depan lelaki itu. “Kau darimana saja Hansel? Kau bukan anak kecil yang masih merengek meminta mainan pada kami berdua! Kau harus berpikir untuk menyelesaikan masalahmu sekarang. Bukan malah lari dari masalah yang kau buat. Saya tidak pernah mengajarkan mu untuk menjadi pengecut seperti ini.” Ucap Jefian memijat pelipisnya. Rasa lelah menyerang dirinya dengan semua masalah yang dilakukan oleh putranya ini. Hansel terdiam mendengar apa yang dikatakan oleh ayahnya. Hansel memang bersalah dengan apa yang dilakukan olehnya. Tapi untuk bertanggung jawab dan bersama dengan Jenita. Tidak akan pernah di

