Hansel duduk di depan kedua temannya. Matanya melirik kedua lelaki yang duduk di depannya sembari menyesap rokok mereka. Hansel sepertinya harus mencuci mulutnya saat ke kamar nanti. Tidak mau Amel mencium aroma rokok yang ada di mulutnya. “Kalian benar sudah menikah? Dan cinta?” Tanya Hansel, agak kurang yakin. Karena keduanya memilih untuk tinggal bersama. Bukannya pisah rumah. “Hem… iya. Kami sudah menikah dan cinta. Memangnya kenapa? Kau meragukan kami? Seperti dirimu yang tidak cinta pada istrimu awalnya?” Jovan mencibir pada Hansel. Hansel mendengkus. Kurang ajar sekali mulut temannya ini. Masih saja menyindir dirinya, yang sudah berubah. “Ck! Mulut kalian itu tidak bisa diam hah?! Padahal aku sudah beurbah dan tidak menyakiti istriku lagi, bahkan aku sangat mencintai istriku.” U

