“Jenita, kamu mau pulang ke rumah Mama dan Papa? Kamu pulang ke rumah Abang? Abang masih rindu sama kamu. Hansel, kamu juga nginap di rumah. Kita kumpul.” Jefian menatap pada putranya yang menggenggam tangan Amel. Amel mendengar ucapan ayah mertuanya barusan, tersenyum kecut. Ayah mertuanya mau Hansel dan dirinya untuk mengginap di rumah mertuanya itu dengan Jenita yang mengginap di sana. Yang benar saja. Amel tidak bisa membayangkan kalau Hansel menemui Jenita diam-diam dan akan datang ke dalam kamar wanita itu nantinya. “Boleh, kita mengginap di rumah Mama dan Papa, ya, sayang.” Hansel melirik pada Amel yang berdiri di sampingnya. Amel terpaksa mengangguk. “Iya.” Amel menjawab singkat. “Marko boleh mengginap juga tidak Om? Kasihan Marko ini jomblo. Tidak bisa untuk mencari tempat

