"Tanpa kata perpisahan, Dia meninggalkanku.” **** Siang itu terlihat begitu cerah. Tiada awan putih yang terlihat di langit. Cahaya matahari terasa begitu menusuk kulit. Di dalam kelas, para siswa tampak kegerahan. Diantaranya ada yang mengipasi diri mereka dengan buku tulis dan ada pula yang menyabotase kipas angin kelas. Si gadis cantik yang duduk di dekat jendela tampak anteng-anteng saja dengan buku paket sosiologi yang terkembang di atas mejanya. Matanya meneliti setiap kata per kata yang tertulis di buku. Tangan kanannya dijadikan penopang dagunya. Tangan kirinya dijadikan sebagai pembalik buku ke halaman berikutnya. Angin menerbangkan beberapa helai rambut pirangnya. Menyisipkannya ke belakang telinga sebentar lalu kembali bertopang dagu. Ia terlihat sangat fokus dengan bukunya

