Hari berganti hari, duduk di bangku sma memiliki kesempatan yang sedikit, ujian nasional tiba hari terakhir ujian nasional, alessa dan kedua temannya berniat untuk merayakan kelulusan dengan bepergian namun karena reo tidak mau ikut alessa memutuskan tidak ikut juga. hari itu alessa pergi kerumah untuk mengantarkan beberapa barangnya agar saat keluar dari asrama dia tidak perlu membawa banyak barang lagi, di samping itu reo juga kebetulan ada urusan di rumah jai dia pulang dan ikut bersama alessa.
alessa duduk bersebelahan dengan reo, tidak henti-hentinya reo membuat alessa jatuh cinta padanya denga sikap manisnya, saat alessa ngantuk dan hampir jatuh,reo segera menangkap kepala alessa dan menaruh di bahunya tidak hanya itu dia juga merangkul alessa agar tidak jatuh kesana kemari akibat pergoyangan bus.
tidak terasa alessa dan reo tiba di terminal keduanya segera berrpisah karena buru-buru dengan urusan mereka megingat reo dan alessa akan harus balik ke asrama sebelum larut malam nanti, malam pun tiba reo dan alessa sudah berada di asrama namun asrama masih sepi karena beberapa anak kebanyakan dari kelas XII yang merayakan kelulusan, alessa akhirnya memutuskan untuk membantu beberapa anak di dapur untuk menyiapkan makan malam. ardi yang tidak ikut meratakan kelulusan pun membantu alessa untuk menyiapan makan malam namun di luar dugaan, melihat kebersamaan alessa dan ardi reo merasa tidak terima. reo menegur ardi dikamar mereka untuk tidak mendekati alessa lagi.
"di lu tau kan alessa cewe gue, bisa ngga lo jangan deket deket sama dia, lu hargain gua bro"
ardi hanya tersenyum sinis dan membalas lu santai aja selagi alessa ngga jatuh cinta ke gua kan lo aman, cetus ardi membuat reo kesal, ardi segera merangkul reo "tenang aja bro lu ama lessa gua anggap temen baiklah santai aja".
tanpa basa-basi reo keluar kamar dan menghampiri kekasihnya yang sibuk dengan kegiatannya, alessa kelihatan ari jauh dengan rambutnya yang di gulung dan longgar serta kaos hitam oblong dan legging tanggung membuat dia kelihatan dewasa dan elegant sekali.
"hot momy aku, pengen peluk boleh ngga"? ucap reo sambil nyender ke tembok
"tu meluk tembok aja dong anak momy sayang ckckc" ucap alessa terkekeh
tanpa basa-basi reo memeluk alessa dan bilang "ih bau bawang banget asem"
alessa langsung mengambil baju reo dan mengusap ke mukanya, "cium nih bawang wkwkwk"
malam pun tiba, selesai makan malam reo dan alessa sedikit berbincang mengingat alessa mau pergi melanjutkan kuliahnya mengambil culinary di luar kota, dan reo yang memutuskan melanjutkan restaurant milik papanya sambil mengambil kuliah bisnis mereka memutuskan untuk tetap mempertahankan hubugan mereka meskipun dengan jarak jauh. alessa hanya berpesan kepada reo "aku tidak memaksamu menunggu, begitupun sebaliknya aku tidak menungggumu harus datang padaku, kalau kau yakin padaku maka aku akan datang kepadamu" reo yang memandangi wajah alessa mengecup keningnya dan menjawab "datanglah nanti kepadaku" .
wisuda pelepasan pun tiba dimana alessa dan teman lainnya di kelas mengenakan dresscode merah maroon, alessa turun ari mobil beserta kedua sahabatnya mengenakan kebaya merah maron dan bawahan batik yang senada dengannya terlihat cantik sekali, tidak heran jika banyak yang memuji 3 sekawan itu cantik, saat di toilet alessa bertemu dengan ibu reo hal yang sangat tidak di ingikan alessa, mau tidak mau alessa menyapa "halo tante apa kabar" ibu reo terpukau dengan kekasih putranya itu dan menjawab "hi alessa kamu cantik sekali, tante baik nanti kita foto bareng ya, tante mau keatas duluan ya" senyuman ramah dari ibu reo mematahkan semangat alessa. Alessa pun masuk ke ballroom hotel tersebut dan mengikuti acara sampai selesai, hal yang dia nantikan adalah berfoto dengan kekasihnya mereka pun mengambil gambar beberapa kali dengan pose reo yang sangat kaku dan lucu.
selepas dari acara foto-foto alessa dan kedua sahabanya memutuskan pergi bertiga mengingat mereka bertiga kan pisah karena pilihan tempat kuliah yang berbeda, reo dan teman-temannya juga memiliki acara , hari itu dimana reo dan alessa benar-benar tidak pernah bertemu lagi. hari demi hari alessa yang selalu berkabar dengan reo hanya melalui ponsel tidak mematahkan semangatnya bahwa dia tetap mencintai reo.
Hari dimana alessa akan pergi ke kota bantung untuk melanjutkan kuliahnya sudah sebulan lamanya reo dan alessa tidak berkomunikasi lagi, dikarenakan reo yang sibuk dengan bisnisnya dan alessa yang sibuk mengurus kuliahnya, di bandng alessa melakukan aktivitas sebagai mahasiswa baru mulai dari pengenalan kampus hingga mulai kuliah normal alessa berada di kelas Culinary A, dia juga memiliki seorang teman bernama diana, melihat suasana bandung yang hujan hari itu diana mengajak alessa untuk mampir ke warung seblak untuk menikmati makanan itu saat berjalan ada yang menepuk pundak alessa
"topi kamu ketinggalan, o iya kenalin aku ian dari culinary D" seorang pria berkulit putih dan wangi menyodorkan tangan untuk berkenalan, alessa membalas sambil mengambil topinya "iya maasi, aku alessa" sambil menarik tangan diana untuk menjauh dari pria tersebut. diana yang senyum dan memberitahu alessa bahwa ian adalah king 22 yang artinya dia adalah raja ospek 2022, alessa hanya mengangguk paham dan langsung melupakan kejadian itu.
"ting.ting bunyi handphone alessan menandakan ada pesan dari seseorang
"hi alessa senang bertemu denganmu, simpan kontak aku ya tertulis ian"
alessa tidak membalas pesan ian, ia hanya menambahkan kontak ian di telepon genggam miliknya.
dari tempat yang jauh reo yang merasa bersalah dengan kesibukannya yang mengakibatkan renggangnya komunikasi antara dia dan alessa segera menghubungi alessa.
"hallo alessa kamu disana kabarnya baik kan? jangan lupa makan ya momyku hehehe"
"iya aku baik,kamu gimana bisnisnya lancar kan, bisa di sambi kuliah kamu juga harus semagat ya" jawab alessa dari jauh.
kesokan paginya alessa bergegas ke kampus dengan berjalan kaki, mengingat kost nya yang dekat dengan kampusnya membuatnya tidak perlu khawatir macet ataupun tidak dapat driver karena kost dan kampus berdekatan, tanpa dia melihat jalan ada motor putih yang nyerempet dari samping membuat alessa terjatuh dan tangannya lecet sdedikit, entah apa yang membuatnya selalu bertemu dengan ian, ya tidak lain pengendara itu adalah ian. karena merasa bersalah ian langsung membawa alessa ke klinik milik ibunya, selepas itu alessa berterima kasih karena sudah diobata. kejadian itu membuat alessa dan ian semkain dekat dan terus berkomunikasi
tidak heran lagi jika di lingkungan kampus mereka terlihat sering berdua bahkan diana teman baik alessa sering nge ship mereka berdua untuk menjalin hubungan saja, namun alessa tetap pada pendiriannya bahwa ia harus datang kepada kekasihnya tak lain iyalah reo.