Jayden termenung. Maria memandangnya dengan tatapan heran. Jangan katakan keadaannya itu karena istrinya. Terus terang saja, dia tidak suka Jayden memikirkan wanita lain selain dirinya. Padahal Jayden baru kembali ke rumahnya. Tapi keadaannya justru seperti itu. Gusar melihat keadaan kekasihnya, membuat Maria menghampiri. “Jayden!” dia hampir berteriak. “Ada apa? Jangan membuat keributan!” kepalanya pusing, teriakan Maria semakin membuatnya pusing saja. “Kau benar-benar menyebalkan. Apa yang sebenarnya terjadi denganmu?” “Apa maksudmu?” Jayden tampak tidak mengerti. “Lihat dirimu, termenung seperti orang yang memiliki banyak beban!” “Ck, aku hanya termenung saja. Untuk apa kamu meributkannya?” “Kau seperti ini pasti gara-gara wanita itu, bukan?” “Hah, kenapa kamu berkata sepert

