Lama aku tak sadarkan diri mendengar kabar yang tak pernah aku duga sebelumnya, seseorang yang selama ini selalu menjadi kekuatan bagiku harus pergi untuk selama-lamanya, selepas aku terbangun dari ketidak-sadaranku aku berada di tempat yang tidak asing lagi bagiku. Iya saat itu aku berada di ruang kamar lamaku di rumah Mama, aku hanya bisa termenung dengan tatapan kosong seakan tidak percaya dengan apa yang sedang terjadi, ruangan kamar bahkan rumah seakan terasa sepi padahal di luar kamar sedang ada banyak orang mondar-mandir mengurus jenazah Mama. Aku tak sanggup melihat jenazah Mama, saat itu seolah-olah kehidupanku telah hancur, dalam tatapan kosongku fikiranku berkelana menghakimi diri sendiri dengan rentetan pernyataan penyesalan atas meninggalnya Mama. “Andai aku t

