(22)

1244 Kata

                Selama aku mengunci diri di kamar asrama itu aku hanya bisa menangis sejadi-jadinya, aku merasa mereka teman-teman dekatku tidak bisa menerima kondisiku, meskipun aku belum pernah menceritakan penyakitku sendiri, tapi ketika melihat respon Jean menyikapi apa yang terjadi pada temannya itu cukup membuatku me-recall kembali ingatan kelamku akan pengalaman-pengalaman buruk pertemanan masa lalu, aku kembali merasakan tidak diterima di lingkungan pertemananku kali ini. Hampir empat jam aku menangis sejadi-jadinya di kamar asrama, hingga membuat seluruh penghuni asrama merasa kaget dan panik dengan apa yang aku alami saat itu, tak terkecuali dengan Jean yang merasa sangat bersala atas apa yang aku alami, Jean mencoba membujukku serta meminta maaf kepadaku, namun aku tak menggubri

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN