Sesampainya kami di hall ruang belakang sanggar, kami langsung menuju ke dinding impian, saat itu kami berbaris sejajar di depan dinding impian, sembari menatap dinding yang berisi rangkaian kertas origami warna-warni yang disusun membentuk huruf IMPIAN, kini kertas impian di dinding tersebut telah penuh dengan kertas origami warna-warni seiring dengan semakin banyaknya anak-anak yang belajar di sanggar, sanggar ini ibarat sebuah harapan, tempat di mana kita semua berani melangitkan impian. “Di sinilah tempat kita pertama kalinya berani bermimpi, dan di depan kita sekarang ada impian kita yang sudah kita wujudkan sekarang.” Sahutku memecah hening tatapan teman-temanku yang haru menatap dinding impian. “Dulu yang menempel di dinding ini masih sedikit kertas origa

