Kembali ke sanggar belajar Janji ibarat sebuah hutang yang harus dibayarkan, begitu mungkin kalimat yang bisa mewakiliku beserta teman-temanku yang selainnya kami telah berjanji kepada Kak Awan dan Kak Fatih jika telah mampu menggapai impian kami, kami akan kembali lagi ke tempat di mana kami memulai melangitkan impian. Tiga hari sebelum ke sanggar aku bersama teman-teman mengadakan pertemuan untuk membahas janji kami kembali ke sanggar, saat itu Dayat yang menjadi inisiator pertemuan ini, karena dirasa jika pertemuanya cuman biasa saja, maka akan kurang mengasyikkan, makanya Dayat mengajak aku dan teman-teman lainnya untuk bertemu membahas konsep spesial pertemuan di sanggar, dihubungilah kami satu persatu oleh Dayat untuk diajak bertemu malam ini di salah satu kafe kawasan pasar

