Vonis kehidupan Sesampainya aku di Tangerang, aku merasa sangat sedih karena aku balik dari tanah perantauanku bukan dengan membawa prestasi serta kebanggaan buat keluargaku, justru aku kembali dengan kondisi diriku yang kacau, aku sedih dan malu saat itu sampai-sampai beberapa hari aku hanya bisa mengurung diri di rumah, sesekali sempat fikiran-fikiran negative atau delusi itu muncul kembali dalam diriku, beruntungnya sekembalinya aku dari Surabaya, aku dibekali beberapa obat untuk mengantisipasinya. Namun obat itu hanya cukup untuk waktu seminggu selepas aku balik dari Surabaya, setelahnya aku harus mencari rumah sakit rujukan baru untuk konsultasi serta mendapatkan resep obat untukku. Selama satu minggu awal aku tiba di Tangerang Mamaku dan Ayahku langs

