“Duduk yuk, duduk, jangan berdiri nanti kamu lemas,” tapi belum juga Langit selesai bicara Bulan sudah pingsan. “Astagfirullaaaaaaah, Heru bagaimana ini?” kata Langit. dia langsung menggendong Bulan dan meletakkannya di ranjang pemeriksaan dokter Heru. “Dia depresi berat ketika mengetahui Mentari itu apa, kalau orang Jawa bilang kamigilen. Kalau aku bilang apa ya, aku bingung juga bahasa Indonesia tepatnya apa.” “Mentari ketakutan, mungkin sangat ketakutan, akan bertemu dengan ayahnya sehingga depresi dan panas tinggi, karena dia lihat neneknya, akhirnya tanpa berpikir Bulan berteriak marah karena kesal, kalau membunuh itu tidak dilarang aku akan membunuh Rasha dan ibumu ke Ani itu yang Bulan sesalkan. Kenapa dia bicara kotor seperti itu di depan Mentari.” “Aku rasa Bulan juga depresi.

