Sekali lagi memukul kepalanya, Arza kembali bergumam bodoh untuk dirinya sendiri. Selesai mengantar Areta ke kamar yang mama sebutkan, Arza total merutuki apa yang tadi dia lakukan pada Areta. Benar-benar tidak habis pikir dengan pikirannya sendiri. Kenapa juga dia melakuan itu pad Areta tadi? Kenapa juga reaksi tubuhnya begitu berbeda dengan keinginan hatinya? Dan kenapa juga harus hal itu yang dia lakukan “Arrghh! Bodoh!” umpatnya mengatai dirinya sendiri. Menyugar rambutnya ke belakang lalu menggeleng pelan. “Saya nggak mungkin punya rasa suka sama dia ‘kan?” guamamnya bermonolog dengan dirinya sendiri. Bertanya dan membantahnya sendiri, itu yang Arza lakukan. Tak ada ubahnya bak orang gila. Bahkan dia sendiri mengakui hal itu. Apa-apaan tadi itu? Mencium kening lalu memanggil gadi

