Semakin Dekat

2080 Kata

Bulan masih bekerja, masih enggan berpapasan dengan si terang penguasa semesta. Pun penguasa dunia ini masih belum menampakkan tanda-tanda ingin membuka mata untuk menyambut harinya. “Arza masih tidur, Sayang. Reta mau ke atas aja?” Mama bertanya kala si menantu cantiknya datang berkunjung dengan sebuah rantang yang dia bawa. Mama tau kalau ini bukanlah inisiatif dari Areta melainkan siasat besannya, meski begitu mama tetap senang, adanya Areta di sini benar-benar membuatnya merasa senang. Lain hal dengan mama yang dengan gambling menawarkan hal tersebut pada Areta, Areta sendiri malah melotot terkejut mendengarnya. Blak-blakan sekali calon mertuanya ini. Astaga, apakah ini adalah efek samping jika berteman dengan mama? “Eng-nggak perlu, Ma. Kalau Arza masih tidur, biarin aja, Ma, Reta

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN