Berjalan di koridor kampus, menenteng dua buku cetak berukuran cukup besar. Areta baru saja kembali dari fakultas hukum, mengambil buku yang sahabatnya minta di sana. Entah untuk apa, yang jelas, Areta kesal lantaran buku ini bukan main beratnya dan Nia menyuruhnya sendiri. Gila memang! Dan lebih gila lagi dirinya yang mau saja disuruh seperti ini. “Miss ….” Seseorang memanggilnya dari belakang membuat Areta berhenti lalu menoleh. Seorang pria di sana, bersetelan rapi, lengkap dengan jubah bak seorang jaksa yang melekat di tubuhnya. Astaga, tampan sekali! “Saya?” Areta bertanya dengan menunjuk dirinya sendiri, dan pria itu mengangguk. “Ada yang bisa saya bantu?” Areta kembali bertanya. “Ah, sebelumnya perkenalkan, Miss, saya Zava,” ucapnya mengulurkan tangan pada Areta. Areta menunjuk

