Latar belakang kantor, dengan ruangan kerja yang menjadi tempat pasti. Arza kembali berkutat dengan berbagai macam laporan dan meeting penting yang harus dihadiri. Jika boleh ditelisik lebih ke belakang lagi, Arza merasa dirinya kurang produktif akhir-akhir ini. Entah karena apa, dia tidak tau pasti, yang jelas, jam kerjanya yang kadang hampir mencapai 15-20 jam dalam sehari kini diperkirakan hanya 10-12 jam perhari. Apakah dirinya bisa mengatakan kalau itu adalah sebuah rekor? Baru saja dikatakan bahwa dirinya kurang produktif, sekarang Arza malah tersenyum tipis menatap layar laptopnya yang menampilkan sebuah email berupa CV dari seorang pelamar pekerjaan yang baru saja Daren kirim padanya. Tidak ada yang aneh sebenarnya. Tidak ada yang lucu atau hal menarik lainnya yang membuat Arza

