Khawatir

1176 Kata

"Loh, mana menantu Mama?" Pertanyaan itu yang pertama kali terdengar dari mulut mama kala pintu besar itu Arza buka. Kebiasaan awal, di mana Arza yang pulang kerja langsung ke dapur atau mengetuk pintu kamar mama untuk memberi salam, mencium punggung tangan mama dan mama akan menyambut dengan hangat, lengkap dengan sebuah usapan di kepala dan beberapa hidangan makanan yang tersedia di atas meja. Kini, jangan berharap ada makanan untuknya, mama bahkan tak hirau akan ucapan salamnya hanya untuk menanyai, "Kamu nggak bawa menantu Mama?" atau, "Kapan menantu Mama main ke sini?" dan juga, "Ajak dong ke sini, Mama 'kan juga pengen ngobrol sama Mantu," dan yang tadi juga merupakan contohnya. "Assalamualaikum, Mom," jawab Arza, meraih tangan mama untuk dicium punggung tangannya. Iya, hanya Arz

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN