Ooo... Jadi ini rasanya menyatakan rasa suka pada orang yang sudah lama kita kagumi. Rasanya bahagia tiada tara, dan terasa ada sesuatu yang melegakan, semacam minum air dingin saat panas hari. Aku tidak bisa berhenti tersenyum sejak kembali dari taman. Oh, astaga, akhirnya aku bisa juga. Aku masih belum terlalu yakin kalau Diko menyukaiku. Aku masih ragu, tapi tetap saja aku merasakan bahagia. Aneh memang, tapi inilah kenyataannya. Bahkan saat aku membersihkan wajah sebelum tidur pun, aku masih membayangkannya saat air itu menyentuh kulit wajahku. Sesuka itu kah aku pada Diko?. Aku keluar dari kamar mandi dan melihat pantulan diriku di cermin. Tiba-tiba aku tersenyum dan tertawa. Di benakku, ada Diko di sampingku dan memelukku dari belakang. Oh, Nabila, please sadar!. "Sadar, Nabil

