Tertekan

1202 Kata

Setelah cukup lama perdebatan panjang itu berlangsung antara aku dan Diko, akhirnya aku berada di dekat Siti juga. Malang sekali anak ini. Dia pasti sangat stress sampai harus mengurung dirinya sendiri. Sendirian, sampai harus mengambil resiko serius seperti itu. Untung saja kami datang ke apartemen Diko, jika tidak mungkin dia akan mati kedinginan. Tidak ada yang menolongnya. Sampai sekarang, Siti masih tertidur. Entah masih berada di bawah pengaruh obat atau seperti apa. Dia belum sadarkan diri sejak kami membawanya kesini. "Sayang, kita pulang aja, yuk. Aku sudah menyuruh seseorang untuk menunggunya, nanti akan ada yang jaga Siti di sini. Kamu harus istirahat." Diko sudah merayuku dari tadi. Merayu untuk pulang. Ia seperti tidak punya hati, meninggalkan orang yang sedang dalam keadaa

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN