Sudah seminggu setelah Arumi kembali ke Jakarta sehabis berlibur, mereka kini mulai mencari bukti-bukti lain untuk membalas serangan Jessica. Tidak hanya Rumi dan Abi tetapi Stela dan Bagas juga membantu mereka. Saat sedang memantau keadaan butik, tiba-tiba saja para karyawan butik terdengar berbisik-bisik saat ada seorang pelanggan wanita muda yang cantik dengan seorang pria paruhbaya berbadan Tambun, sedang memilih-milih pakaian dan beberapa aksesoris. “ Nina Lu tau nggak?! Gue pernah ketemu dia lagi makan di Cafe bareng Jessica! “ celetuk salah satu karyawan. Rumi yang mendengarkan nama Jessica sontak saja menoleh dan menatap kedua karyawan yang sedang berbisik tadi, Rumi mulai melebarkan kupingnya untuk mencuri dengan obrolan mereka. “ ya Allah maafkan aku. Aku tidak bermaksud

