Kakek Suro benar-benar galau selama beberapa hari. Arabella pun merasa bersalah karena saat itu mengganggu guru nya. Padahal, kakek tua itu tidak pernah mengganggu wanita mana pun selama ini. Siapa sih yang tidak ingin menikah. Namun semua pantangan itu terpaksa beliau lakukan karena perintah guru kakek Suro itu sendiri. Selama ini, guru nya Arabella itu hanya melihat wanita dengan pandangan yang berbeda. Namun, wanita-wanita itu sama sekali tidak bisa di miliki oleh nya. Arabella menyangka jika guru nya itu genit dan mesu. Tanpa ia tahu jika guru nya memiliki masa lalu yang tidak bisa begitu saja di ceritakan pada murid kesayangan nya itu. Namun demikian, Arabella merasa kasihan. Hidup nya di habiskan untuk keseimbangan alam. Dia tinggal di desa dan mendalami semua ilmu nya supaya bisa

