33 RENCANA PERTAMA

1056 Kata

Cristan mengamati Arissa yang saat itu sedang menjelma menjadi “Snow” dengan hati-hati. Mereka berdua saat ini sedang berada di cafeteria dan sosok Snow yang sangat menonjol dengan rambut platinumnya, sukses menjadi bahan tontonan bagi para pengunjung café pagi itu. Apalagi ditambah dengan warna mata biru cerahnya. Ia terlihat sangat cantik dan mempesona walaupun tanpa mengenakan riasan apapun. Arissa sendiri merasa sangat jengah tapi ia merasa tak punya pilihan lain. Perutnya sudah bergemuruh dari tadi dan tanpa memperhatikan tatapan Cristan kepadanya, ia lalu memakan sarapannya dengan sangat lahap. “Apakah ini warna mata aslimu?” tanya Cristan lembut kepadanya. Arissa hanya mengangguk pelan dengan mulut penuh makanan. “Warna matamu sangat cantik, Risa. Kenapa kau harus menutupinya?

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN