Tunduklah Padaku

1110 Kata

Selesai sudah pemindahan saldo rekening Mas Dandi ke rekeningku pribadi. Paling tidak ini salah satu cara menyelamatkan dana dari tindakan tidak bertanggung jawab Mas Dandi. Tinggal persiapan alasan yang tepat untuk menjawab pertanyaan darinya mengapa aku harus memindahkan semua dana yang ada ke rekeningku pribadi. “Ting tung.” Pesan masuk di ponselku. Terbaca ‘Suamiku’. [Yang, kamu pulang jam berapa? Jangan lama-lama. Aku kesepian.] Senyum sinis saat membaca pesan itu. Entah perasaan apa yang kurasakan saat ini. Bangga? Muak? Jijik? Senang? Satu hal yang jelas, sekali menjadi pengkhianat maka selamanya label pengkhianat akan selalu menyertai. [Masih ada urusan, Mas. Nanti kalau sudah selesai juga pulang. Mas tidak kerja?] Mencoba untuk bersikap netral dan tidak terjadi apa-apa sung

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN