Aku Cantik

1211 Kata

Isak tangis masih terdengar sesekali. Rasa hancur, marah, kesal dan kebencian tak dapat kuhindari. Mungkin ini semua akibat kebodohanku. Tapi, apakah salah bila aku ingin menjadi istri yang patuh, taat dan berbakti pada suami? Tapi sepertinya memang salah. Aku terlalu bodoh, percaya begitu saja pada suami. Aku tertawa dalam tangis menyadari kebodohanku. Perjalanan kulanjutkan menuju ke pusat kota. Melewati alun-alun, kubelokkan motor kearah kiri. Sebuah biro pengacara berada di sudut jalan. Menurut keterangan Mbak Luluk, pelayanannya sangat bagus dan rasa kepedulian terhadap klien merupakan prioritas mereka. Saat ini yang harus kulakukan terlebih dahulu adalah menyelamatkan asset yang kami miliki selama berumah tangga. Motor kuparkir tepat di depan pintu masuk. Seorang pegawai yang dudu

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN