Menanti

1156 Kata

  Setelah selesai makan malam, Mas Farid, Mbak Widya dan anak-anak mereka pun berpamitan. Jam sudah menunjukkan pukul sembilan malam. Haydar dan Jasmine tampak kecewa dengan hal itu, karena ingin lebih lama berkumpul. Mereka memang sudah sangat akrab, sehingga sudah seperti saudara sendiri. “Besok kalau libur kita main lagi ya, Mas Rafa.” Haydar berpesan ketika Rafa menaiki kendaraan. “Iya. Nanti Mas main-main ke sini sama Papa.” “Mbak Rani juga diajak ya, Mas.” Jasmine ikut-ikutan mengingatkan. Benar-benar menggelikan sikap mereka ini. “Iya, nanti Om ajak main kemari kalau liburan.” Sebelum Mas Farid memasuki kendaraan, ia sempatkan untuk mendekatiku tapi tetap menjaga jarak. Wajahnya tampak biasa-biasa saja, tidak menunjukkan wajah serius seperti siang tadi. Aku merasa sedikit leg

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN