Sebenarnya bahagia itu lahir dari diri kita sendiri. Jadi anggaplah cobaan yang datang hanyalah tabir yang mencoba menutupi kebahagiaan itu sendiri. _______________&&&_______________ Tepat saat Ara datang Galih sudah menyelesaikan pekerjaannya. Jadi Galih bisa melakukan visiting pada pasien rawat inap bersama Dita dengan tenang. Galih segera pergi bersama Dita setelah menyapa Ara sebentar. Hasna tak mampu menutupi rasa bahagia atas kehamilannya. Rasanya ia masih belum percaya jika dalam rahimnya telah tumbuh seorang bayi. Hasna memeluk Ara dengan erat. Tanpa bisa dicegah tangisan Hasna pecah dalam pelukan Ara. "Gimana kamar lo Ra?" ucap Hasna seraya mengurai pelukan mereka. Hasna mengusap air matanya dengan punggung tangannya lalu memperhatikan setiap detail penampilan sahabatnya te

