Biarkan aku menjadi malam agar mampu menjelajahi dunia fantasimu. Akan aku ciptakan senyuman di tiap pagi harimu. Lewat embun yang senantiasa memandikan mawar aku hadir membawa sejuta rasa untukmu. Rasa yang akan menenggelamkan kita berdua ke dalam cawan keabadian cinta. Selamanya. _________________&&&_________________ Tak lama setelah Hasna ke luar dari kamar Galih pun menyusul. Selain untuk melaksanakan salat subuh Galih juga ingin ke kamar mandi. Dengan perasaan was-was Galih melangkah menuju belakang. Sejujurnya Galih merasa sangat asing dengan rumah megah ini. Bangunan lawas dengan hampir keseluruhan menggunakan bahan kayu jati. Semua masih orisinal, sedikit pun belum tersentuh gaya modern kecuali lantai yang sudah menggunakan marmer berwarna putih. Galih berhenti di ambang pin

