Ketika kamu merasa kalah, lihat saja ruang di antara jemarimu, ingatlah bahwa di ruang itu kamu dapat melihat jemariku menyatu bersamamu. ______________&&&_________________ "Mau ke mana?" Galih mengeratkan pelukannya saat merasakan pergerakan tubuh Hasna. Terpaan udara dingin dari AC tak mampu membuat tubuh mereka menggigil. Bahkan tubuh mereka yang masih berpenampilan polos itu terlihat berkilat karena peluh setelah melakukan aktifitas yang menguras energi beberapa saat lalu. "Nana lapar," Lirih Hasna tanpa sedikitpun ingin menatap Galih yang saat ini memeluknya dari belakang tubuhnya. Galih mencium bahu Hasna sebelum mengurai pelukannya. "Abang juga lapar," balas Galih yang saat ini tengah memperhatikan Hasna yang tengah kesulitan memasang pengait di punggungnya. Galih menghela na

