Sepulang dari kediaman Setiadi Galih dan Hasna langsung masuk ke dalam kamar. Hasna yang merasakan kepalanya kembali pusing memilih menjatuhkan diri di atas ranjang dengan masih mengenakan pakaian lengkap. Galih yang tengah berganti pakaian merasa heran dan langsung mendekati ranjang. "Kamu sakit Sayang? Apa yang kamu rasakan?" cecar Galih seraya memegang dahi Hasna yang normal. Hanya terasa keringat dingin membasahi dahi perempuan itu. "Kepala Nana sakit Bang," rintih Hasna dengan kedua mata terpejam. "Ya udah kamu istirahat aja, Abang mau salat isya dulu," balas Galih lalu segera beranjak dari ranjang menuju kamar mandi dengan hati berbunga-bunga. Rasanya Galih sudah tidak sabar nunggu hari esok. Ya besok Galih akan membawa Hasna untuk menemui dr. Intan sesuai janji untuk melakuk

