Jam terahkir di isi dengan mata pelajaran olahraga, dan sekarang Ara tengah pemanasan di ikuti oleh Adam dan Garit.
Semua perempuan teriak histeris, beda dengan laki-laki yang tersenyum senang mengikuti pemanasan dibelakang Ara.
Pak Heri tidak masuk, karna berhalangan. Ara diperintahkan Aldo untuk lagi pemanasan setelah itu baru melanjutkan materi yakni Bola basket.
"Dam, suruh tu fans lo ikut pemanasan. Gue males ngomong ntr di bantah lagi"ujar Ara membuat Adam mengangguk tak lupa senyuman yang tak pernah hilang dari bibirnya.
"Ciwi-ciwi ku... Mari pemanasan bersama Abang"teriak Adam membuat semua siswi perempuan kelas nya berteriak histeris lalu mengangguk.
Setelah selesai pemanasan, Ara mengambil Bola basket.
"Pak Heri hari ini berhalangan masuk, jadi lo pada latihan sendiri. Minggu depan tes pengambilan nilai"jelas Ara dengan tampang datarnya tak lupa telunjuk tangan nya memutar bola basket dengan lihai.
Ia melangkah untuk berteduh di pinggir lapangan, namun belum sampai ia duduk ada bola yang sengaja di tujukan kearah punggung nya.
DUGG
Ara meringis merasakan nyeri dibagian belakang punggung nya, tapi ia tetap menormalkan ekspresi wajahnya. Psikopat haruslah bersifat tenang.
Ara memutar badan nya 180° mengarah ke satu titik gadis.
Ups bukan gadis lagi ternyata, terlihat dari ia melangkah dan pinggul yang besar!
"nyari masalah lo?"ucap Ara kelewat santai.
"Lo yang nyari masalah sama gue! Belagu banget lo jadi anak baru. Sok kecantikan lagi dengan deketin semua MOS wanted bakal buat lo fomus?"cerca orang bernama tag Bella Putri
"Kalau emang gue cantik kenapa? Lo ngiri sama gue?"
"Dih najis! Body gue sama lo aja masih bagusan gue, dan muka Lo juga sama gue putihan gue"jelas Bella sedagkan Ara tetap tenang di posisinya.
"Putihan lo? Body bagusan lo? Gada kaca apa gimana WOIIIII"teriak garit dari arah barat.
Ia sedang memakan lolipop kesukaaan nya.
"Diem lo Anak onta"teriak Bella
"Pokonya gue ingetin sama Lo, jangan pernah deketin Most wanted disini! Atau Lo bkl berurusan sama gue"ucapnya lalu pergi begitu saja.
Ara hanya memutar bola mata nya jengah, ia bukan takut. Namun ia bosan, pusing! ingin ia merebahkan badan nya.
Satu hal yang ingin Ara ingin kan hari ini. Yakni istirahat..
To:PAK ALDO
P
Saya izin pulang, tdi sudah titip surat izin di sekertaris. Nanti kakak saya akan hubungi anda
Setelah mengirimkan itu Ara pun berhenti di halte, ia menunggu bus karna tidak ada yang menjemputnya. Hari ini pun ia tak membawa kendaraan.
Tin..tin
Ara terlonjak kaget namun ia masi bisa mempertahankan wajah datarnya, ia memperhatikan mobil sedan di depan nya dan ternyata..
"Al..Aldo"gumam Ara
"Masuk, saya antarkan kamu sampai rumah"ujarnya dari dalam mobil
"Tidak"
"Masuk Aralia"
"Sekali tidak ya tidak"
"Oke fine, dalam hitungan ke-3 kamu tidak masuk saya tinggal!"
"Terserah anda"
Ara melihat Aldo, ternyata benar Aldo meninggalkan nya.
Selang berberapa menit ia melihat keributan di sebrang jalan!
"Tauran?"gumam Ara
"What the f**k! 1 lawan 5"
"NAVED"
"na..nama gue De..Devan Ara, Bu..bukan naved"terdengar suara Devan seperti tikus terjepit.
Ara berteriak karna Devan yang terkapar lemas di pinggir trotoar jalan.
Ia mengepalkan tangan bersiap dengan pisau racun yang diberi kakak nya Niel dulu.
"maksud lo pada apaan? Main keroyokan! Cupu bangsat."ujar Ara membuat lawan nya kalang kabut.
"Cewe ga ush sok jagoan, gua tinju mati lu"
"MAJU LO PADA, GA USH BANYAK BACOD ANJING! BANCI SEMUA LO"teriak Ara lalu membabi buta anak SMA yang berjumlah 5 orang tersebut.
Ia paling tidak suka jika diremehkan, maka dari itu Ara terlepas. Mungkin jika tidak ada Aldo Ara bisa membunuh kelima pelajar itu.
"Kenapa kamu lakukan itu?mereka bisa mati!"tegas Aldo di depan UGD
Kelima pelajar tadi dilarikan kerumah sakit milik Widyo dan Devan pun juga sama.
Ara bergeming tak menjawab.
"JAWAB SAYA ARA! TINDAKAN KAMU ITU KRIMINAL. KAMU MEMBAHAYAKAN NYAWA ORANG LAIN"bentak aldo
Ara kaget, ia termakan emosi.
"KENAPA KALAU SAYA MEMBAHAYAKAN NYAWA ORANG LAIN? SAYA TANYA JIKA ANDA DIPOSISI SAYA LALU MELIHAT TEMAN ANDA DIKROYOK 1 VS 5 APAKAH ANDA DIAM? SAYA TANYA APAKAH ANDA DIAM! KALAU TIDAK TAU KRONOLOGINYA JANGAN BERBICARA YOU KNOW? I HATE YOU!"setelah mengatakan itu Ara pergi meninggalkan Aldo yang termenung ditempatnya.
Dibelakang Aldo ternyata ada sosok gadis yang tak lain adalah salsa.
"Sabar"ujar salsa lalu menepuk bahu Aldo agar ia tetap sabar.
Aldo masi tidak tau jika Ara adalah gadis kecil yang ia dulu sukai! Dan sekarang ia hanya bertemu dengan salsa. Salsa adalah tunangan nya..