"Tam maaf dong," ujar Adhista yang terus saja membujuk Diratama yang sejak tadi masih enggan untuk mengobrol dengan Adhista. "Aku mau ke Borobudur, jangan marah plis," "Tama mah gitu. Aku minta Zaki aja deh jemput," ujar Adhista kemudian ia membuka ponselnya dan menghubungi Zaki melalui ponselnya. "Halo Zak, jemput gue bisa ngga?" ucap Adhista melalui sambungan teleponnya. "Lo kan sama Tama?" "Tau tuh, dia marah tiba-tiba ngga jelas banget," jawab Adhista sambil melirik kearah Diratama. Diratama kemudian membuka ponselnya dan mengetikkan sesuatu disana. "Yaudah liat nanti dah ya Dhis, gue masih mau beres-beres kost dulu. Baru balik tadi abis dari toko lo," "Yaelahh Zak, yaudah lah," jawab Adhista ketus kemudian ia mematikan sambungan teleponnya. "Mas Tama maaf ini yang rasa Capp

