31. Alasan

1938 Kata

Sekembalinya Talita dari ruang meeting, dia langsung di sambut tepuk tangan oleh teman-teman satu divisinya. Prok... Prok... Prok... Mau tidak mau, Talita merespon dengan senyumannya. Tia yang memang dalang dari semua ini, langsung maju ke hadapan Talita. "Selamat sayangg atas presentasinya. Wih, gila yaa Ta kamu sepanjang jalan tadi petinggi kantor keluar dari ruang meeting pada ngomongin kamu." "Ngomongin yang nggak-nggak ya Mbak?" tanya Talita yang memang sudah merasa panik ketika tahu petinggi kantor membicarakannya. "Hush, ngawur. Ya ngga lah, mereka muji kamu tahu. Secara tidak langsung, kamu ngembangin divisi lapangan loh Ta." Talita tidak merasa melambung sama sekali di puji seperti itu. Karena ibunya pernah berpesan, jangan hanya karena pujian kita menjadi orang yang sombong

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN