53. Mencoba menerima

2039 Kata

Kini dua wanita tengah asik berbincang di sofa yang ada di ruangan itu. Dan dua pria yang juga di sana tengah asik membicarakan perihal proyek. "Kenapa mau ke Jakarta, Kakak ngga ngabarin aku sih?" tanya Talita dengan mulut yang dia majukan. Dengan sifat jahil yang Celin punya, dia menarik bibir perempuan yang sudah dia anggap seperti adik sendiri. "Kaget ngga?" tanya Celin seraya menaik turunkan kedua alisnya. "Bangetttt." Talita menatap lekat wajah Celin. Terkahir kali mereka bertemu, bisa dibilang sudah berbulan-bulan yang lalu sebelum dirinya ke Jakarta. Tapi baginya tidak ada perubahan apapun di diri Celin. Masih sama, cantik dengan wajah putih mulusnya. "Lit, Cici kan mau married." ujar Joshua yang ikut angkat bicara. Sontak kedua mata Talita terbelalak kaget. Tangannya sampai

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN