Rafael Marvis duduk sambil membaca sebuah laporan. Perusahaannya makin lama makin terpuruk. Semenjak banyaknya perusahaan properti dan juga mebel bermunculan. Perusahaannya kini jauh tertinggal. Mode dan gaya yang ketinggalan jaman, membuat usahanya perlahan menurun. Pria ini gusar. Mengusung konsep kebangsawanan agar para orang kaya melirik mansion, rumah atau barang ciptaannya. Hanya bisa laku beberapa gelintir saja. Pemikiran maju dan serba sederhana. Banyak orang kaya, sekarang jarang mau terlihat kaya. Terlebih beberapa waktu lalu, ada orang kaya jatuh miskin karena menikah dengan wanita yang ternyata hanya mengincar hartanya saja. Para pebisnis muda kini mulai menjelma menjadi pemuda sederhana. Mereka menyembunyikan harta mereka di bank atau membeli investasi tak terlihat. Sepe

