Setelah acara pemberkatan di gereja. Kedua pengantin menuju gedung resepsi dengan menggunakan mobil yang telah dihias cantik. Stella masih menggunakan kursi roda untuk menuju pelaminan. Banyak pasang mata iri menatap gadis yang tengah berbahagia ini. Sosok Ben yang tadinya tak pernah menjadi pembicaraan para gadis. Kini, mulai hangat diperbincangkan bahkan mereka terang-terangan menggoda pria tampan itu.. "Ck ... sayang sekali, pengantin prianya tampan, tapi pengantin wanitanya cacat," ujar salah seorang wanita yang hadir di pesat resepsi. "Cantik sih, sayang cacat." "Ah ... Aku dengar, Stella menjual semua uangnya untuk membeli pelayan Tuan Edward itu!" "Tentu saja, bukankah dia sudah tidak perawan karena diperkosa Ayahnya sendiri?" "Aku rasa dia menggoda Ayahnya, secara Tuan R

