Alea menatap pantulan dirinya di cermin. Ia terlihat sangat amat cantik. Gaun panjang berwarna cream hingga semata kaki terbelah hingga sepaha terlihat begitu seksi dan menggoda. Punggungnya terekspos sempurna dengan clutch bag ditangannya yang serupa dengan warna heels yang dikenakannya, kuning keemasan. Alea keluar dari apartemen dan menuju ke lobi. Kakinya mengarah ke basement dimana mobilnya berada. Saat gadis itu hendak masuk ke dalam mobil, dua laki-laki berjas hitam kembali menghadang langkahnya. “Kami ingin mengingatkan Anda, Nona. Kami berdua akan menunggu Anda di bandara pukul 00.00.” Osvald menatap sosok Alea dengan tegas. Ia tidak suka jika Alea terlambat dan menunda tugasnya. Alea yang pasrah hanya bisa mengangguk pelan. Ia tahu, jika tidak sekarang kapan lagi ia bisa me

