Alea pagi ini menghabiskan sarapannya bersama keluarganya untuk yang pertama kalinya. Ia melirik Osvald yang makan dengan teratur tanpa suara. Lelaki itu seakan di didik dengan ketat sehingga semua yang dilakukannya begitu teratur dan rapi. Jauh sekali dengan dirinya yang asal-asalan. “Pa,” gumam Alea pelan. “Makan dan setelahnya baru bicara.” Osvald menatap adiknya tajam. Tidak suka jika di meja makan ada pembicaraan walau hanya sedikit. Alea mencebikkan bibirnya. “Aku heran, jangan-jangan dia anak angkat Papa. Aku tidak yakin dia kakakku!” “Alea Madison McRich,” Osvald menegurnya tegas. Gerald tersenyum kecil, “Jangan terlalu keras pada adikmu, Son.” Setelah mengatakannya, mata Gerald menatap puterinya lembut. “Dia kakakmu, Princess. Kau lupa bahwa dulu dia yang mati-matian memb

