dua puluh empat

1855 Kata

“Nduk, itu loh Aya di kasih lagi perkedelnya “ Akya menggulum bibirnya, menahan tawa. Sejak sampai di rumah Asyam alias kediaman Toha, Akya sudah dikejutkan dengan sapaan bahasa jawa aneh khas Mamah Asyam – Tante Juli – “Iya Tan--- eh Bukle. Akya udah kenyang kok” ucap Akya sopan “Ndak apa – apa Aya, makan yang banyak yo nak, anggep saja rumah sendiri” ucap Juli lagi yang sibuk memberikan banyak lauk ke piring Akya Toha yang melihat Juli antusias menyambut putri ketiga keluarga Dzaki tersenyum senang. Ikut sesekali menggulum senyum dengan bahasa jawa serba pas-pas-san istrinya “Itu Yaya Mah, Aya tuh yang pertama udah nikah dia” ingat Toha yang di sambut Juli dengan tepukan ringan di keningnya “Owalah, yo wis maaf ya Yaya pas pertama ketemu Bukle gak ikut om Toha mu ke rumah. Bukle ad

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN