Anna POV "Daniel…." pekikku menggema kesemua sudut ruangan ini. Hatiku terasa remuk melihat dia tersungkur di lantai sambil memegangi perutnya yang sudah tertembus peluru Gerald. Daniel menatap nanar ke arahku, kulihat tatapan luka di matanya. Tatapan ini mampu menancap menyayat hatiku. Tangisku yang sudah mengalir dari mendengar fakta dari Revan tadi kini makin pecah melihat Daniel yang meringis kesakitan. Bodoh!!!! Kau sangat bodoh!!!! Dendammu, liat apa akibat dari dendammu. Apakau kau mau mengakui kalau kau melupakan kalau kau juga mencintai dia hanya karna dendammu yang ternyata salah sasaran? Aku asik mengutuk diriku sendiri atas kebodohanku. "Daniel!!! Lepaskan aku bodoh," suara Revan yang sepertinya sudah ada diambang kesabarannya membuatku makin bergetar. "Lepaskan dia!" suar

