Mac tersenyum kearah Lusi. Dia tau banget kalau Lusi grogi. Sengaja dia menggoda Lusi dengan gayanya yang dibikin se sexi mungkin. "Ada apa ...?" goda Mac. Wajah Lusi merah seketika, jarak Mike yang begitu dekat, membuat jantungnya berdebar kencang, Mike benar-benar membuatnya salah tingkah. Lusi sedikit mendorong dadanya bidang Mac. "A—ku harus cepat turun!” ucap Lusi gugup. Mac kembali tersenyum. Buru-buru Lusi melepas seatbeltnya. Dia takut aja, Mac kebablasan … terus nyipok dia, pokoknya enggak mau, kalaupun di cipok, dia pengennya di moment yang tepat, secara itu ‘kan cipokan pertamanya, masa iya … mau dicipok gitu aja, tanpa sebuah ikatan yang pasti. Kecuali kalau Mac udah resmi jadi cowoknya. Itu bakalan lain lagi ceritanya. Lusi meraih gagang mobil, Mac menahan tangan Lusi. “Be

