Memaksa berpisah Sudut bibir Diana mengucurkan darah saking kerasnya tamparan Bima, terlihat dari merah padamnya wajah pria itu. Pria itu sangat kesal. Diana hanya tertunduk sambil memegangi wajahnya yang memerah. Tidak ada suara ataupun perlawanan dari Diana untuk suaminya itu. Hanya air mata yang bercucuran menahan sakit di wajah dan hatinya. “Kau selalu saja mengulur waktu untuk keluar dari sekolah itu, kesabaranku sudah habis. Sekarang aku tidak peduli lagi, mulai besok kau tidak boleh datang ke sekolah itu lagi karens besok kita harus pindah.” Ucap Bima sambil mulai menyalakan mesin kendaraannya dan meninggalkan tempat itu. “Aku tidak mau Mas, aku tidak bisa tiba-tiba menghilang begitu saja dari sekolah. Biarkan aku mengajar dulu sampai surat pindahku di keluarkan kepala sekolah

