Penerimaan

1031 Kata

“Arthur?” Seketika lelaki itu langsung tersentak. Khayalan tak senonohnya dipatahkan oleh suara Esme yang baru saja kembali dengan membawa segelas air untuknya sementara lemonade dingin untuk dirinya sendiri. Wanita itu menyimpan gelas tersebut di meja. Arthur sungguh sangat malu lantaran untuk sekejap dia sudah membayangkan Esme dengan cara yang kurang ajar. “Y—ya?” “Kau kenapa?” “Tidak apa-apa,” sahut lelaki itu cepat lalu meminum air yang disuguhkan padanya dalam sekali teguk. Esme sempat menaikan sebelah alisnya, tetapi kemudian wanita itu memilih abai dan beranjak dari sana untuk sekadar membuka jendela lebar-lebar. Membiarkan semilir angin menghalau hawa panas di dalam ruangan. Sebentar lagi matahari akan segera terbenam. Semburat jingga sudah menghiasi cakrawala diselingi d

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN