Malamnya Esme mendatangi kediaman Arthur, dia menekan bel rumah pria itu keras-keras. Dia datang tentu saja membawa seluruh murka yang telah dia tahan seharian ini. Dia merasa dibohongi oleh pria itu dan tentu saja itu karena apa yang dia katakan dengan kenyataan yang ada terlalu berbeda. Dimata Esme, ucapan pria itu tidak lebih dari sekadar Bullshit semata. Arthur terkejut menemukan Esme di depan pintu rumahnya. Wanita itu sama sekali tidak membalas pesan maupun mau mengangkat teleponnya, sehingga kedatangan Esme ke rumahnya seperti ini jelas seperti sesuatu yang sama sekali tidak pernah dia duga. “Esme?” “Kau! Mahluk sialan paling manipulative yang pernah aku kenal di muka bumu. Kau bilang padaku kemari bahwa aku bisa memilih apa yang aku mau dan bisa memutuskan pilihan sesuai dengan

