Esme menaikan sebelah alis sekaligus menyunggingkan senyum di ujung bibir sebelah kanannya. Ada tawa kecil yang merdu keluar dari wanita itu sebelum akhirnya dia angkat bicara terhadap penjelasan penuh kepercayaan diri yang beberapa saat lalu dia dengar dari Arthur. “Sungguh lelaki yang arogan,” komentarnya. “Untuk kebaikanmu sendiri, sebaiknya jangan terlalu yakin dulu Arthur.” Dengan tenang pria itu memberikan tatapan super serius terhadap Esme. “Lantas kenapa? Arogansi yang kau tudingkan kepadaku hanyalah bentuk dari insecurity terhadap dirimu sendiri.” “Hah?” tanggapan demikian tentu tidak bisa dipungkiri keluar dari Esme. Selain Jhon, dia tidak mengira bahwa Arthur bahkan berani bicara soal insecurity terhadap dirinya yang selalu penuh percaya diri dalam semua hal yang dia lakuk

