Esme tiba di rumahnya dalam kondisi perut yang telah terisi. Tadinya Esme memang tidak berniat unuk menyentuh makanan yang sudah Arthur siapkan untuknya. Namun untuk beberapa alasan, aroma dari hidangan sup pengar dan juga perut yang keroncongan mendorongnya untuk memasukan benda menggiurkan itu masuk ke dalam tubuh. Dan memang betul, begitu mencicip sedikit sup tersebut sangat lezat hingga Esme tidak bisa menahan diri hingga menuntaskannya sampai akhir. Dia tidak mengira bahwa lelaki itu bisa memasak. Tapi ya, terlepas dari itu semua sekarang Esme merasa kepala mulai kembali penuh. Apalagi ketika dirinya menghempaskan tubuh ke atas tempat tidur. Dia tidak sanggup menahan rasa tangis yang telah dia tahan sejak semalam. Ah, sial sebenarnya apa sih yang sedang Esme lakukan? Dia menyeret

