Arthur menunggu dengan resah di butik yang merupakan lokasi dimana dia dan Esme akan melakukan fitting. Namun sudah tiga puluh menit lamanya dia mneunggu wanita itu belum juga muncul, dia juga belum mendengar kabar apapun. Arthur nampak semakin gelisah ketika dia mencoba untuk menghubungi ponsel wanita itu tetapi tidak mendapatkan balasan yang dia harapkan. Beberapa pegawai yang berada disana sedikit tidak nyaman atas sikap yang Arthur perlihatkan. Tetapi mereka tidak berani angkat bicara meski jadwal mereka telah mundur setengah jam lamanya. “Arthur tenanglah,” pinta Andara yang kebetulan ada di lokasi juga, dia bahkan datang lebih dulu sebelum Arthur ketika pria itu bilang akan melakukan fitting semalam. “Aku punya firasat buruk, aku harus mengeceknya sendiri,” sahut Arthur yang mula

