“ayo!” melano mengulurkan tangannya agar Airin mau keluar dari mobilnya, sesuai permintaan Leon ia harus membawa AIrin kembali kekota karena hari ini adalah hari dimana Delano dan Sandra melangsungkan pernikahan. Airin menggigit bibir bawahnya ragu, ia tidak ingin datang namun Melano memaksanya. “ayo, jangan ragu. Gue dan temen-temen gue akan selalu ada disamping lo kok!” jelas Melano sambil berusaha membujuk Airin keluar dari dalam mobilya. “tapi mas om. Airin—“ Airin menggantungkan ucapannya sambil menatap tangannya yang terlihat kusam, bukan hanya itu. Ia juga melihat wajahnya dari pantulan cermin terlihat sangat kusam dan buluk. Maklumlah Airin kan beberapa minggu ini bekerja diladang. “airin malu.” Melano mendengus kesal sambil menarik paksa Airin. “makanya gue ajak lo ket

